Pemkot Makassar Matangkan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea, Perkuat Kesiapan Warga

Pengukuhan KSB 13 April 2026, Dinsos Dorong Mitigasi Bencana dan Digitalisasi Bansos

SudutMakassar.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Program ini kini dimatangkan dengan menjadikan Kecamatan Tamalanrea sebagai lokasi percontohan (pilot project).

Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan itu tidak hanya membahas rencana pengukuhan KSB, tetapi juga mendorong percepatan digitalisasi bantuan sosial sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik.

Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan bahwa pembentukan KSB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas.

“Kecamatan Tamalanrea kami usulkan karena memiliki karakter wilayah yang representatif, baik dari sisi kepadatan penduduk maupun potensi kerawanan bencana,” ujarnya.

Sebelumnya, pada September 2025, Pemerintah Kota Makassar melalui usulan ke Kementerian Sosial telah menetapkan dua Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya, dengan fokus pada mitigasi banjir.

Pada tahun 2026, Dinas Sosial kembali mengusulkan pembentukan dua KSB baru. Namun, berdasarkan ketentuan yang berlaku, hanya satu yang disetujui karena adanya jeda waktu pengajuan program.

“Tahun ini kami mengusulkan dua, tetapi yang disetujui hanya satu. Setelah ditelusuri, memang harus ada jeda dua tahun. Namun, kami tetap mendorong hingga akhirnya disetujui satu lokasi,” jelas Andi Bukti.

KSB yang disetujui tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Tamalanrea, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi sehingga membutuhkan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi subjek yang tangguh dan mandiri dalam mitigasi. Warga akan dilibatkan secara aktif melalui pelatihan, simulasi, hingga penerapan sistem peringatan dini.

Selain itu, penguatan KSB juga akan terintegrasi dengan digitalisasi bantuan sosial guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Sinergi ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang tangguh secara sosial dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk bencana.

Pengukuhan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, pukul 16.00 WITA, dan akan dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Kegiatan ini juga direncanakan dihadiri pejabat pemerintah pusat, termasuk Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal,” tambahnya.

Ke depan, Dinas Sosial menargetkan pembentukan KSB di lebih banyak wilayah rawan di Kota Makassar. Sejumlah kecamatan seperti Panakkukang dan Tamalate masuk dalam rencana pengusulan berikutnya.

“Kita dorong daerah rawan banjir atau bencana lainnya. Harapannya, tahun depan bisa bertambah lagi,” pungkasnya.

Dengan bertambahnya Kampung Siaga Bencana, Pemkot Makassar optimistis sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat semakin kuat dan mampu meminimalkan dampak bencana di tingkat lokal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *