Rakerda Pokja Bunda PAUD Makassar 2026 Rumuskan Inovasi Layanan PAUD Berkualitas

Melinda Aksa Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan PAUD Holistik Integratif

SudutMakassar.id, MAKASSAR — Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Hotel Novotel Makassar, Jumat (10/4/2026). Forum strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi sekaligus merumuskan program kerja guna meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina P, para Bunda PAUD kecamatan, serta perwakilan lintas sektor terkait.

Dalam sambutannya, Melinda Aksa menegaskan bahwa Rakerda Pokja Bunda PAUD merupakan ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas.

“Tema Rakerda tahun ini, yakni membangun sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas PAUD di Kota Makassar, merupakan langkah strategis yang relevan dengan tantangan pengembangan pendidikan anak usia dini saat ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas PAUD tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga peran aktif keluarga, semuanya memiliki peran penting dalam mendukung layanan PAUD yang berkualitas,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang holistik dan integratif, mencakup aspek pendidikan, kesehatan, gizi, hingga perlindungan anak.

“Anak usia dini merupakan fondasi masa depan Kota Makassar yang harus dipersiapkan secara optimal,” tegas Melinda.

Melalui Rakerda ini, ia berharap seluruh peserta dapat melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus merumuskan inovasi baru yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Berbagai terobosan diharapkan mampu mendorong terwujudnya generasi emas Makassar yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menambahkan bahwa penguatan layanan PAUD Holistik Integratif menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

“Layanan ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sehingga dapat menjangkau seluruh kebutuhan anak usia dini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan PAUD sebagai faktor kunci keberhasilan program.

“Sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, memaparkan capaian program sepanjang 2025 serta rencana strategis tahun 2026.

“Visi kami adalah membangun fondasi kuat bagi generasi emas Indonesia melalui pendidikan anak usia dini yang holistik dan bermutu,” ungkapnya.

Sejumlah program prioritas tahun 2026 antara lain perluasan PAUD negeri melalui pembangunan lembaga baru di kecamatan yang belum memiliki fasilitas tersebut.

“Targetnya adalah penambahan minimal satu PAUD negeri baru untuk memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, implementasi wajib belajar PAUD satu tahun bagi anak usia 5–6 tahun, serta penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi agenda utama.

Kegiatan Rakerda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi lintas sektor untuk menyerap masukan serta berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan layanan PAUD di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *