PDAM Makassar Siaga 24 Jam, Distribusi Air Bersih di Kerung-Kerung dan Wilayah Utara Mulai Pulih

Perbaikan Pipa, Injeksi Jaringan, hingga Tambahan Suplai Air Jadi Fokus Penanganan PDAM Makassar

SudutMakassar id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum Kota Makassar terus bergerak cepat menangani keluhan krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kerung-Kerung, Maccini Gusung, wilayah utara, dan sebagian timur Kota Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai aspirasi masyarakat dan langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur.

“Alhamdulillah, kami sudah bersepakat untuk turun langsung ke lokasi guna mencarikan solusi terbaik bagi warga terdampak,” ujar Andi Syahrum.

Menurutnya, PDAM Makassar saat ini fokus melakukan penanganan menyeluruh mulai dari distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, perbaikan jaringan pipa, optimalisasi tekanan distribusi, hingga penyambungan suplai dari jalur alternatif agar debit air ke pelanggan dapat meningkat.

Ia menjelaskan, persoalan utama yang dikeluhkan warga adalah distribusi air yang belum stabil. Air disebut hanya mengalir selama beberapa jam sebelum kembali terhenti.

“Keluhan warga rata-rata air mengalir dua sampai tiga jam lalu mati lagi. Karena itu kami siapkan solusi jangka pendek dan jangka menengah,” katanya.

Sebagai langkah darurat, PDAM Makassar rutin mengerahkan armada mobil tangki ke wilayah terdampak. Selain itu, sistem injeksi juga dilakukan dengan mengalirkan air langsung ke jaringan distribusi pelanggan agar suplai tetap tersedia dan tercatat pada meteran pelanggan.

“Berdasarkan laporan kepala wilayah, setiap hari ada dua sampai tiga mobil tangki yang melayani dua hingga tiga lorong di kawasan tersebut,” jelasnya.

Untuk solusi jangka menengah, PDAM Makassar mulai melakukan pembenahan jaringan pipa yang selama ini menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi air di kawasan Kerung-Kerung.

“Insya Allah minggu ini progres perbaikan pipa mulai berjalan agar distribusi air lebih lancar. Kami juga menyiapkan sambungan suplai dari jaringan lain yang debitnya lebih baik,” terang Andi Syahrum.

Ia menyebut suplai air ke kawasan Kerung-Kerung selama ini bergantung pada jalur IPA Panaikang yang mengalami penurunan debit. Karena itu, PDAM menyiapkan alternatif sambungan dari jaringan lain yang lebih stabil.

Menurut Andi Syahrum, pola penanganan serupa sebelumnya telah diterapkan di wilayah utara Kota Makassar dan mulai menunjukkan hasil positif.

“Keluhan di wilayah utara mulai berkurang. Penanganan yang dilakukan di Kerung-Kerung kurang lebih sama,” ujarnya.

Ia juga memastikan distribusi air ke kawasan Maccini Gusung mulai membaik.

“Air sudah mulai masuk ke Maccini Gusung dan warga sudah bisa menikmati pasokan air,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Syahrum menjelaskan bahwa pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Panaikang saat ini tengah dibenahi, termasuk rencana perbaikan intake dan pompa pada Juni 2026 guna meningkatkan debit distribusi air.

Selain itu, PDAM Makassar juga tengah menyiapkan penyambungan jaringan pipa dari kawasan CPI yang terhubung dengan IPA Macini Sombala menuju wilayah utara Kota Makassar.

“Kami punya dua alternatif solusi. Mana yang paling cepat, itu yang segera kami kerjakan,” ungkapnya.

Andi Syahrum juga meminta masyarakat menyampaikan laporan secara rinci disertai titik lokasi dan nomor telepon yang dapat dihubungi agar proses penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia menegaskan seluruh jajaran PDAM Makassar, mulai kepala wilayah hingga tim teknis, tetap siaga selama 24 jam untuk merespons pengaduan pelanggan.

“Tim teknis kami siaga 24 jam. Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan gangguan distribusi air di kawasan Kerung-Kerung dipicu menurunnya debit suplai dari IPA Panaikang.

“Penurunan debit dari Panaikang berdampak pada distribusi air di Kerung-Kerung dan beberapa wilayah utara Kota Makassar,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat, PDAM melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki dan sistem injeksi ke jaringan distribusi pelanggan.

Selain itu, tim teknis juga melakukan pemeriksaan distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga memengaruhi aliran air ke pelanggan.

Dalam skema penanganan jangka menengah, PDAM Makassar menyiapkan pemisahan jaringan suplai antara sistem IPA Panaikang dan sistem IPA Somba Opu agar distribusi air lebih stabil.

“Rencananya wilayah tersebut akan disuplai dari sistem lain agar pelayanan lebih maksimal,” jelas Wahidin.

Ia menambahkan, bantuan air bersih menggunakan mobil tangki terus dilakukan setiap hari, khususnya di Lorong 47B dan 47C yang menjadi titik terdampak paling parah.

“Sekarang khusus Lorong 47B kami tambah menjadi dua mobil tangki agar kebutuhan warga lebih terpenuhi,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, mengatakan pihaknya terus melakukan rekayasa jaringan distribusi guna mengurangi ketergantungan wilayah Kerung-Kerung terhadap suplai dari IPA 2 Panaikang.

“Penanganan tercepat yang bisa kami lakukan saat ini adalah sistem injeksi air sambil menunggu solusi jangka panjang berjalan,” ujarnya.

Menurut Fitriah, PDAM Makassar juga sedang menyiapkan skema distribusi baru dengan memanfaatkan suplai dari IPA 5 Somba Opu yang memiliki sumber air lebih stabil.

“Kami mencari model jaringan yang memungkinkan suplai dari IPA 5 Somba Opu bisa membantu pelayanan di wilayah terdampak,” bebernya.

PDAM Makassar memastikan seluruh langkah penanganan terus dilakukan secara bertahap agar distribusi air bersih kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Insya Allah seluruh upaya ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat segera kembali normal,” tutup Fitriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *