Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD

Wali Kota Makassar Dorong Sistem Bus Terintegrasi Jalur Kampus dan Pusat Aktivitas untuk Kurangi Kemacetan

SudutMakassar.id, MAKASSAR — Munafri Arifuddin membuka peluang kerja sama pengembangan layanan transportasi umum massal di Kota Makassar melalui skema Buy The Service (BTS) bersama PT. Sinar Jaya Megah Langgeng.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran PT. Sinar Jaya Megah Langgeng yang dipimpin Direktur Utama Teddy Rusly terkait pengembangan sistem angkutan umum massal di Makassar, Senin (18/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan kebutuhan mendesak menghadirkan transportasi publik yang nyaman, aman, dan terintegrasi guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Makassar.

Menurutnya, Makassar membutuhkan moda transportasi yang mampu menghubungkan titik-titik aktivitas utama masyarakat, khususnya kawasan pendidikan, pusat komersial, dan permukiman padat penduduk.

Munafri mencontohkan konsep koridor transportasi yang menghubungkan kawasan Terminal Daya hingga Malengkeri dengan lintasan kampus-kampus besar seperti Universitas Cokroaminoto Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Negeri Makassar hingga Universitas Muhammadiyah Makassar.

“Nah, coba bayangkan kalau kita dari Daya, keluar sudah banyak kampus-kampus. Itu jalur mahasiswa yang menurut saya sangat hidup dan memungkinkan untuk kita kerja,” ujar Munafri.

Selain itu, skema bus tersebut juga diharapkan mampu terintegrasi dengan moda transportasi yang telah eksis di Makassar seperti angkutan umum atau pete-pete sebagai feeder transportasi.

Munafri menilai pola transportasi masyarakat Makassar saat ini belum tertata optimal karena angkutan umum yang seharusnya menjadi penghubung justru berfungsi sebagai moda utama. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

“Karena sarana transportasinya tidak nyaman, masyarakat akhirnya beralih ke kendaraan pribadi. Nah, kendaraan pribadi inilah yang membuat macet,” katanya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, tidak ingin membangun sistem transportasi tanpa perhitungan matang. Karena itu, Pemkot membuka ruang kolaborasi dengan operator yang memiliki pengalaman dan sistem pengelolaan transportasi massal yang profesional.

Ia juga menawarkan skema kerja sama investasi dengan pola berbagi hasil, termasuk peluang subsidi melalui APBD agar tarif transportasi tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Bikinkan saya sistem di mana saya bisa masuk juga subsidi APBD saya. Kita hitung betul berapa besar subsidi yang bisa diberikan supaya layanan transportasi di Makassar ini berubah,” jelasnya.

Meski demikian, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menekankan seluruh proses harus diawali dengan kajian komprehensif serta dasar regulasi yang matang agar pelaksanaan program berjalan aman, efektif, dan akuntabel.

“Kita siapkan dulu dasar kajian dan regulasinya supaya semuanya jelas,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar mendorong transformasi transportasi publik modern yang terintegrasi dan ramah masyarakat guna mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *