Aliyah Mustika Ilham Dorong Sinergi Pusat-Daerah Lindungi Pekerja Migran di Forum Nasional IKN

Wakil Wali Kota Makassar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peran strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem migrasi yang manusiawi, inklusif, dan bermartabat bagi pekerja migran Indonesia

SudutMakassar.id, IKN – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Diskusi Nasional Pekerja Migran bertema “Migrasi yang Efektif untuk Pekerja Migran Indonesia” yang merupakan bagian dari rangkaian Congress of Indonesian Diaspora ke-8 di kawasan pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Diskusi berlangsung di Multi Function Hall, Gedung Kemenko 3, IKN, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, termasuk Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Abdul Kadir Karding.

Forum ini membahas strategi dan implementasi sistem migrasi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

Usai menghadiri forum, Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk menciptakan sistem perlindungan yang menyentuh langsung kebutuhan pekerja migran.

“Kami di daerah tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga memastikan mereka paham hak-haknya, memahami risiko, dan tahu ke mana harus meminta perlindungan. Makassar siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan migrasi yang manusiawi dan bermartabat,” tegas Aliyah.

Ia juga berbicara dari pengalamannya selama dua periode sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan, kesehatan, dan migrasi.

“Regulasi tanpa implementasi nyata tidak akan melindungi pekerja migran secara efektif. Peran pemerintah daerah menjadi kunci dalam eksekusi kebijakan yang berpihak kepada PMI,” tambahnya.

Diskusi ini dimoderatori oleh Nathalia Widjaja (Diaspora Hong Kong) dan menghadirkan narasumber lain seperti Judha Nugraha (Direktur PWNI Kemenlu), Shafira Ayunindya (IOM Indonesia), Farah Mutiasari Djalal (CEO HatiPlong), serta Sringatin, aktivis pekerja migran Indonesia di Hong Kong.

Forum ini menjadi ruang reflektif dan kolaboratif antar pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat tata kelola migrasi yang adil dan berorientasi pada hak asasi manusia.

Congress of Indonesian Diaspora 8 sendiri digelar pada 30 Juli – 4 Agustus 2025 di IKN, dengan tema besar: “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia untuk Semua.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *