Wali Kota Munafri Paparkan 9 Inovasi Unggulan Menuju Makassar Kota Sehat 2025

Pemkot Libatkan Semua Sektor untuk Wujudkan Kota Sehat Berkelanjutan

SudutMakassar.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan langkah mewujudkan Kota Sehat 2025. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa keberhasilan ini memerlukan keseriusan, dukungan lintas sektor, dan komitmen berkelanjutan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat, Rabu (13/8/2025), di Balai Kota Makassar. Dalam forum tersebut, Munafri memaparkan profil kota, capaian indikator, serta inovasi di sembilan tatanan Kota Sehat.

“Data ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar, tetapi kita tidak boleh berhenti di sini,” tegas Munafri.

1. Kehidupan Sehat Mandiri

Makassar meraih capaian 81% dari 29 indikator. Angka harapan hidup naik menjadi 72,78 tahun pada 2024. Prevalensi stunting turun dari 3,14% menjadi 3,12%, dan penemuan kasus TBC melonjak hingga 122,52% berkat deteksi aktif.
Inovasi meliputi Posyandu Era Baru, layanan dokter on call 24 jam, dokter spesialis untuk pulau-pulau, dan integrasi layanan di 47 puskesmas terakreditasi.

2. Permukiman dan Fasilitas Umum

Dengan capaian 81% dari 22 indikator, Makassar berhasil meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari 57,53 menjadi 61,41. Sanitasi aman naik dari 4,56% ke 8,45%.
Pembangunan IPAL Losari berkapasitas 16.000 m³/hari melayani 14.000 sambungan rumah, didukung regulasi Perda No.1/2016 dan Perwali No.43/2024.

3. Satuan Pendidikan

Capaian 95% dari 11 indikator, termasuk inovasi Podcast Adiwiyata, inspeksi kesehatan lingkungan sekolah, dan penerapan UKS/M.

4. Pasar

Capaian 88% dari 13 indikator. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di pasar naik dari 38% ke 55%, fasilitas ruang ASI meningkat, dan pengelolaan limbah cair naik signifikan.

5. Perkantoran dan Perindustrian

Capaian 86% dari 11 indikator. Seluruh industri kecil-menengah mendapat pembinaan K3, pos UKK berjalan optimal, dan semua kawasan perkantoran menerapkan KTR.

6. Pariwisata

Capaian 85% dari 12 indikator. Asuransi wisata mulai diterapkan, dan desa wisata berkembang di Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, dan pulau lainnya.

7. Transportasi dan Tertib Lalu Lintas

Capaian 86% dari 11 indikator. Angkutan umum laik jalan mencapai 86,7%, fatalitas kecelakaan turun, dan 243 CCTV memantau lalu lintas serta keamanan.

8. Perlindungan Sosial

Capaian 82% dari 13 indikator. Kasus kriminal turun drastis, tersedia rumah aman, trauma center, dan pusat pembelajaran keluarga bagi korban kekerasan.

9. Penanggulangan Bencana

Capaian 82% dari 14 indikator. Dokumen kajian risiko bencana tersusun, forum pengurangan risiko aktif, dan edukasi kesiapsiagaan dilakukan melalui program ramah anak.

Munafri menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif.

“Kota Sehat hanya terwujud jika semua pihak bergerak bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *