Kecamatan Ujung Pandang Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Pantai Losari, Pesisir Kembali Bersih

Respons Aduan Warga dan Video Viral, Pemkot Makassar Kerahkan Satgas Kebersihan Angkut Sampah di Kawasan Pantai Losari

Oplus_131072

SudutMakassar.id, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait tumpukan sampah yang mencemari kawasan Pantai Losari. Melalui koordinasi bersama petugas kebersihan dan satuan tugas (Satgas), proses pembersihan langsung dilakukan sehingga kondisi pesisir Pantai Losari kini kembali bersih dan tertata.

Aksi pembersihan dilakukan pada Selasa (2/6/2026) setelah muncul laporan warga di media sosial mengenai sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata unggulan Kota Makassar tersebut.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan pembersihan kawasan pesisir merupakan kegiatan rutin yang terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kelestarian ekosistem laut.

“Kami dari Pemerintah Kota Makassar, khususnya Kecamatan Ujung Pandang, terus berupaya maksimal menjaga dan membersihkan wilayah pesisir, terutama kawasan Anjungan Pantai Losari yang menjadi ikon Kota Makassar,” ujarnya.

Satgas dan Perahu Pattasaki Dikerahkan

Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas kebersihan Kecamatan Ujung Pandang langsung turun ke lokasi untuk mengangkut sampah yang menumpuk di sepanjang pesisir.

Selain mengerahkan personel kebersihan, pemerintah kecamatan juga mengoperasikan dua unit Perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah dari area perairan.

“Petugas kebersihan kami langsung terjun ke lapangan. Di kawasan Pantai Losari, kami juga mengoperasikan dua unit Perahu Pattasaki untuk mengangkut sampah yang berada di laut maupun di sepanjang garis pantai,” jelas Nanin.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.

Salah satu temuan yang sempat menjadi perhatian masyarakat adalah sebuah kasur yang terdampar di kawasan Pantai Losari dan mengganggu estetika kawasan wisata tersebut.

Namun, seluruh sampah yang ditemukan telah berhasil diangkut oleh petugas sehingga kondisi kawasan kini kembali bersih.

“Saat ini kondisi di lokasi sudah bersih. Tim Satgas Kebersihan telah menyelesaikan pembersihan di kawasan Anjungan Pantai Losari yang sempat viral di media sosial,” katanya.

Masyarakat Diajak Tidak Buang Sampah ke Laut

Nanin mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya merusak lingkungan dan habitat biota laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, dan anggaran yang besar untuk proses pembersihannya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke kanal dan laut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke laut. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar kawasan pesisir tetap bersih dan nyaman,” tegasnya.

Untuk mendukung kebersihan wilayah, Kecamatan Ujung Pandang saat ini didukung lebih dari 300 personel kebersihan yang terdiri atas penyapu jalan, petugas armada viar, operator truk, dan petugas lapangan lainnya.

Khusus di kawasan Pantai Losari dan Pantai Panjang, personel dan armada disiagakan secara khusus guna mengantisipasi sampah kiriman maupun sampah yang dibuang langsung oleh oknum masyarakat.

“Kami menempatkan personel dan armada khusus di kawasan Pantai Losari agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Camat Ujung Pandang Klarifikasi Video Viral

Menanggapi video viral yang menuding petugas kebersihan membuang sampah ke laut di kawasan Pantai Losari, Nanin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, setelah dilakukan peninjauan terhadap rekaman video yang beredar, tidak ditemukan adanya tindakan petugas menyapu sampah ke laut.

“Setelah kami melihat video tersebut berulang kali, gerakan petugas bukan membuang sampah ke laut, melainkan mengumpulkan sampah di pinggir pantai untuk kemudian diangkut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan juga akan meminta petugas terkait memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar di masyarakat menjadi lebih jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Karena itu, Nanin mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan suatu peristiwa.

“Kalau memviralkan sesuatu, jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita harus melihat persoalan dengan jernih dan berdasarkan fakta,” tegasnya.

Sampah Pantai Losari Didominasi Sampah Kiriman

Lebih lanjut, Nanin menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang ditemukan di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.

Sampah tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk kawasan permukiman yang masih membuang sampah ke kanal maupun sungai.

“Ketika masyarakat membuang sampah ke kanal, akhirnya sampah itu terbawa hingga ke laut dan menumpuk di Pantai Losari,” ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Ujung Pandang bersama jajaran kelurahan terus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan demi mempertahankan Pantai Losari sebagai ikon kebanggaan Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

“Pantai Losari adalah kebanggaan kita bersama. Mari menjaga kebersihan lingkungan, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut, dan mewariskan lingkungan yang bersih kepada generasi mendatang,” tutup Nanin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *