Ketua TP PKK Makassar Luncurkan Program Goes to School, Edukasi Pengelolaan Sampah di SMP

TP PKK Kota Makassar Ajak Siswa dan Guru Bangun Budaya Peduli Lingkungan Melalui Bank Sampah Sekolah

SudutMakassar.id, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar menggencarkan edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah melalui program Goes to School yang menyasar pelajar tingkat SMP. Program yang menjadi inisiatif baru Pokja IV TP PKK Kota Makassar tahun 2026 itu dibuka langsung Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, di SMP Negeri 7 Makassar, Selasa (11/05/2026).

Pada hari pertama pelaksanaannya, kegiatan edukasi pengelolaan sampah digelar di SMP Negeri 2 Makassar dan SMP Negeri 7 Makassar sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, Melinda Aksa hadir langsung untuk memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para siswa dan guru mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat.

Menurut Melinda, program Goes to School hadir sebagai bentuk kepedulian TP PKK Kota Makassar terhadap persoalan lingkungan yang kini menjadi perhatian bersama, khususnya masalah sampah di perkotaan.

“Program ini menyasar siswa dan guru agar memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga. Harapannya, kita bersama-sama dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Melinda.

Ia menjelaskan, SMP Negeri 7 Makassar dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dikenal sebagai sekolah Adiwiyata yang memiliki perhatian besar terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan sekolah.

Melinda berharap edukasi yang diberikan dapat memperluas wawasan siswa dan guru mengenai pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan.

“Kami berharap edukasi ini terus berkembang melalui berbagai metode kreatif dalam mengelola sampah dengan baik,” katanya.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar itu juga menekankan bahwa edukasi pengelolaan sampah harus dimulai dari orang dewasa sebelum diterapkan kepada anak-anak. Menurutnya, guru dan orang tua memiliki peran penting sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana kita bisa mengajarkan anak-anak jika kita sendiri belum mengelola sampah dengan baik. Karena itu, saya mengajak kepala sekolah dan guru mulai mempraktikkan pengelolaan sampah di rumah masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, Melinda menilai keberadaan bank sampah aktif di sekolah sangat penting sebagai sarana pembelajaran langsung bagi siswa dalam mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.

Ia menyebut siswa tingkat SMP sudah mampu diajarkan memilah, menimbang, hingga mencatat hasil pengelolaan sampah dengan pendampingan guru di sekolah.

“Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah setiap hari, lalu dikelola bersama melalui bank sampah sekolah. Mereka belajar memilah, menimbang, hingga mengelola hasilnya. Ini menjadi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.

Melinda juga menambahkan hasil pengelolaan bank sampah dapat dimanfaatkan melalui musyawarah bersama siswa, baik dikonversi menjadi barang bermanfaat maupun menjadi dana kegiatan sekolah.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Marini Ambo Wellang, memberikan materi kepada siswa dan guru mengenai klasifikasi sampah, perbedaan jenis sampah organik dan anorganik, hingga langkah sederhana pengelolaan sampah yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, kepala sekolah SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 7 Makassar, serta jajaran guru.

Melalui program Goes to School, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat serta mampu menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *