Pembukaan Pelatihan National Strength and Conditioning Level 1 di UNM, Dorong Profesionalisme Pelatih Olahraga

FIKK UNM Perkuat Kompetensi Pelatih Berbasis Sport Science untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Sulsel

SudutMakassar.id, MAKASSAR — Pembukaan pelatihan National Strength and Conditioning Course Level 1 resmi dilaksanakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Banta-bantaeng, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan olahraga berbasis ilmu pengetahuan.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan olahraga, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan H. Suherman, Wakil Rektor II UNM sekaligus Plt. Dekan FIKK UNM Prof. Dr. Hartati, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Bidang Bimbingan Prestasi KONI Sulsel Ahmad Rum Bisma, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Makassar Sadakati Sukma. Turut hadir pula civitas akademika dan para peserta pelatihan dari berbagai latar belakang kepelatihan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 April 2026, ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih fisik melalui pendekatan sport science berbasis bukti ilmiah. Materi pelatihan difokuskan pada strategi peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, serta penerapan prinsip latihan fisik yang terstruktur, aman, dan sistematis.

Penanggung jawab kegiatan, Dr. Andi Assam Mappanyukki, S.Or., M.Kes, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelatih modern yang dituntut adaptif terhadap perkembangan ilmu olahraga. Menurutnya, penguasaan metode strength and conditioning berbasis sains menjadi kunci dalam menciptakan program latihan yang efektif dan berkelanjutan.

“Kami ingin para pelatih memiliki fondasi ilmiah yang kuat sehingga mampu meningkatkan performa atlet sekaligus meminimalkan risiko cedera,” ujarnya.

Sejumlah instruktur berpengalaman dihadirkan dalam pelatihan ini, antara lain Luki Afari, Ikrar Setia Rahadi, Reza Laksamana, dan Selvi Dwi Sri Marlina. Para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai metode latihan berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan pembinaan atlet modern.

Secara ilmiah, pendekatan strength and conditioning merupakan bagian penting dalam ilmu olahraga yang berfokus pada pengembangan kekuatan, daya tahan, serta kualitas gerak atlet melalui metode latihan terukur berbasis fisiologi. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan performa atlet secara signifikan sekaligus meminimalkan risiko cedera melalui perencanaan program latihan yang tepat dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, FIKK UNM menegaskan komitmennya dalam mencetak pelatih profesional yang adaptif terhadap perkembangan ilmu olahraga, sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet, khususnya di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *