Aliyah Mustika Ilham Tekankan Peran Ibu Lindungi Anak di Era Digital pada Kartini Expo 2026

Wawali Makassar paparkan strategi perlindungan anak digital dan implementasi kebijakan PP TUNAS Komdigi

SudutMakassar.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya peran ibu sebagai garda terdepan dalam melindungi anak di era digital saat menjadi narasumber pada kegiatan Makkunrai–Kartini Expo 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tribun Timur ini berlangsung di Mall Phinisi Point, Kamis (23/4/2026), dalam rangka peringatan Hari Kartini, dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam pemaparannya, Aliyah mengangkat materi bertajuk Perempuan dan Keluarga, Mengantisipasi Peran Ibu pada Implementasi PP TUNAS Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026.
Mengutip pemikiran Raden Ajeng Kartini, ia menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam membentuk karakter anak, sekaligus pelindung keluarga dari berbagai tantangan, termasuk di ruang digital.

Aliyah mengungkapkan, mayoritas anak saat ini telah terpapar internet sejak usia dini dengan durasi penggunaan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai risiko seperti paparan konten negatif, eksploitasi data pribadi, penipuan dan judi online, perundungan siber (cyberbullying), kecanduan digital, hingga grooming dan radikalisasi.

“Peran ibu saat ini tidak hanya mendidik, tetapi juga harus mampu mendampingi dan mengendalikan akses digital anak secara bijak,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kebijakan PP TUNAS sebagai implementasi regulasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital terkait perlindungan anak di ruang digital. Salah satu poin pentingnya adalah pembatasan akses akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi.

Aliyah menekankan sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan orang tua, khususnya ibu, antara lain mengaktifkan fitur parental control, membangun komunikasi terbuka, mendampingi aktivitas digital anak, meningkatkan literasi digital, serta menjadi teladan dalam penggunaan media sosial.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat perlindungan anak melalui berbagai program, seperti penguatan literasi digital, Program Siap Anak Digital, serta sistem perlindungan anak berbasis teknologi.

Komitmen ini juga diperkuat melalui Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA). Makassar sendiri telah meraih predikat Kota Layak Anak kategori Nindya selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025), dan menargetkan peningkatan ke kategori Utama pada 2026.

Dalam penyampaiannya, Aliyah juga memberikan pesan inspiratif tentang kekuatan perempuan dalam membangun generasi masa depan.

“Perempuan adalah sumber kekuatan dalam keluarga. Dari seorang ibu lahir generasi hebat yang akan memimpin bangsa ini di masa depan,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham juga menerima cenderamata dari Tribun Timur berupa plakat Makkunrai sebagai Tokoh Inspiratif Tahun 2026.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *