Safari Ramadan di Wajo, Munafri Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Tertib Ibadah

Subuh berjamaah di Masjid Darun Naim, Wali Kota Makassar ingatkan bahaya konvoi sahur dan potensi pohon tumbang saat musim hujan.

SudutMakassar.id, MAKASSAR – Memasuki hari kelima Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan. Pada kunjungan masjid kelima, ia melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama warga di Masjid Darun Naim, Kecamatan Wajo, Senin (23/2/2026).

Kehadiran Munafri bersama jajaran perangkat daerah menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam menjalankan pembangunan kota.

“Kalau hubungan pemerintah dan masyarakat tidak terbangun dengan baik, daerah ini tidak akan berjalan maksimal. Ada hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan bersama,” ujar Munafri di hadapan jamaah.

Dorong Gerakan Makassar Tidak Rantasa
Dalam kesempatan tersebut, Munafri kembali menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan MTR (Makassar Tidak Rantasa). Ia menilai kebersihan bukan sekadar program pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.

“Kota ini milik kita bersama. Kebersihan adalah cerminan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah curah hujan yang masih tinggi. Munafri menyoroti kondisi sejumlah pohon di Kota Makassar yang telah berusia tua dan akarnya terhimpit beton, sehingga rawan tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kita lihat beberapa pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya sudah tidak kuat lagi. Saya harap kita semua tetap mawas diri,” jelasnya.

Ingatkan Bahaya Konvoi Sahur dan Petasan
Momentum Ramadan, lanjut Munafri, harus diisi dengan kegiatan yang membawa keberkahan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konvoi kendaraan saat sahur yang berpotensi menimbulkan kebisingan dan membahayakan keselamatan.

Selain itu, menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, ia berharap masyarakat tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu ketenangan ibadah.

Munafri meminta camat, kapolsek, dan danramil setempat untuk memberikan perhatian serius terhadap potensi gangguan ketertiban tersebut.

“Isi Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif. Perbanyak membaca Al-Qur’an, lakukan kegiatan sosial, dan perhatikan tetangga kita yang mungkin kurang beruntung,” pesannya.

Apresiasi untuk Marbot Masjid
Pada akhir kegiatan, Munafri menyerahkan paket pangan Ramadan kepada para marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga kebersihan dan operasional rumah ibadah.

“Bayangkan kalau tidak ada yang mau menjadi marbot. Siapa yang menjaga kebersihan masjid dan mengatur jadwal? Peran mereka sangat besar,” tutupnya.

Safari Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat dalam mewujudkan Ramadan yang bersih, tertib, dan khusyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *