SudutMakassar id, JAKARTA – Timnas Futsal Indonesia memastikan satu tempat di partai final Piala Asia Futsal 2026 setelah menundukkan Jepang dengan skor dramatis 5-3 melalui babak extra time pada laga semifinal yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Sejak awal pertandingan, duel Indonesia kontra Jepang berlangsung dengan tensi tinggi. Tim Merah Putih tetap mempertahankan komposisi starter Ahmad Habibie, Rizki Xavier, Mochammad Iqbal, Firman Adriansyah, dan Israr Megantara. Jepang langsung menekan, namun penampilan solid lini belakang Indonesia serta refleks gemilang Habibie mampu meredam sejumlah peluang berbahaya.
Indonesia mulai keluar dari tekanan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-12. Berawal dari situasi sepak pojok, Samuel Eko memanfaatkan kemelut di depan gawang Jepang dengan tendangan kaki kiri yang gagal diantisipasi kiper Hiroshi Tabuchi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan Indonesia semakin efektif. Keunggulan bertambah pada menit ke-23 setelah umpan silang Ardiansyah Nur membentur pemain bertahan Jepang dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut memperlihatkan kontribusi nyata pemain asal Makassar itu dalam skema serangan Timnas.
Jepang bangkit di 10 menit terakhir. Takehiro Motoishi memperkecil ketertinggalan melalui tendangan jarak jauh, sebelum gol bunuh diri membuat skor imbang 2-2. Indonesia kembali unggul lewat sepakan keras Firman Adriansyah pada menit ke-38, namun penalti Shimizu Kazuya di 39 detik terakhir memaksa laga berlanjut ke babak tambahan dengan skor 3-3.
Pada babak extra time, mental juara Indonesia berbicara. Reza Gunawan mencetak gol krusial di menit akhir extra time pertama untuk membawa Indonesia unggul 4-3. Jepang kembali menerapkan skema power play, namun justru menjadi bumerang. Dewa Rizki berhasil mengintersep bola dan mencetak gol kelima ke gawang kosong pada menit ke-47.
Jepang sempat memperoleh penalti kedua, namun kali ini Shimizu Kazuya gagal menuntaskannya. Skor 5-3 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026 untuk menghadapi Iran.
Ardiansyah Nur, Pilar Timnas Futsal Asal Makassar
Performa impresif Indonesia tak lepas dari peran Ardiansyah Nur. Pemain kelahiran Ujung Pandang, 27 Agustus 1997, itu kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pilar Timnas Futsal Indonesia, termasuk kontribusi penting yang berujung gol kedua Garuda.

Ardiansyah merupakan putra dari Muh Nur dan Maryam B Densu. Seluruh jenjang pendidikannya ditempuh di Makassar, mulai dari SD Inpres Malengkeri 2, SMP Negeri 26 Makassar, hingga SMA Negeri 11 Makassar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Awalnya menekuni sepak bola, Ardiansyah memutuskan fokus ke futsal sejak duduk di bangku SMA. Keputusan tersebut mengantarkannya meraih berbagai prestasi bersama Black Steel, di antaranya peringkat empat Liga Futsal Profesional 2017, runner-up Liga Futsal Profesional 2019, hingga juara Liga Futsal Profesional 2021. Ia juga turut mengantarkan Black Steel menjuarai Piala AFF Futsal 2023.
Di level Timnas, Ardiansyah merasakan dua kali runner-up Piala AFF Futsal (2019 dan 2022), meraih medali perak SEA Games 2021 Vietnam, hingga akhirnya mempersembahkan medali emas SEA Games 2025 Thailand.
“Futsal itu menyenangkan. Saya bisa mendapatkan penghasilan dari hal yang saya sukai. Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” ujar Ardiansyah Nur, yang akrab disapa Anca.
Kini, Ardiansyah kembali berpeluang menorehkan sejarah baru bersama Timnas Futsal Indonesia di partai final Piala Asia Futsal 2026.












