Turun Temui Pendemo, Appi Tegaskan Pedagang Tak Digusur, Hanya Ditertibkan Demi Keselamatan

Dialog Langsung dengan Pedagang Pasar Pabaeng-baeng, Wali Kota Makassar Buka Ruang Solusi dan Penataan Bertahap

SudutMakassar.id, MAKASSAR
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menunjukkan komitmen kepemimpinan yang terbuka dan responsif dengan turun langsung menemui massa aksi yang menyampaikan aspirasi terkait penataan Pasar Pabaeng-baeng. Langkah ini dilakukan di tengah dinamika penataan kota yang terus berjalan demi menciptakan ketertiban dan keselamatan bersama.

Tidak memilih berada di balik meja kerja, Appi justru meninggalkan ruangannya dan berdialog langsung dengan para pendemo yang terdiri dari pedagang pasar dan juru parkir di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026).

Didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar itu semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membuka ruang dialog yang sehat, terbuka, dan konstruktif.

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kota Makassar, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kepala Dinas Penataan Ruang, Kesbangpol, Kabag Protokol, hingga Kepala Bappeda.

Dalam suasana dialog yang terbuka, Appi mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan harapan para pedagang. Tidak sekadar menyerap aspirasi, ia juga menyampaikan penjelasan serta solusi konkret terkait penataan pasar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak melarang masyarakat mencari nafkah dan berdagang, selama dilakukan di tempat yang telah disediakan dan sesuai dengan aturan.

“Tidak ada yang melarang orang berdagang di Kota Makassar. Silakan cari nafkah, silakan berjualan. Tapi jangan cari nafkah di tempat yang memang dilarang,” tegas Appi.

Ia memastikan, seluruh pedagang yang berjualan di dalam area pasar tidak akan diganggu. Pemerintah justru menjamin keamanan dan keberlangsungan usaha pedagang selama aktivitas dilakukan di lokasi resmi.

“Kalau semuanya masuk ke dalam pasar, tidak mungkin diganggu. Saya pastikan tidak ada pedagang yang diganggu kalau berjualan di dalam pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa aktivitas berdagang di pinggir jalan sangat berisiko dan berpotensi mengancam keselamatan pedagang maupun pengguna jalan.

“Coba bayangkan kalau kita jualan di pinggir jalan, ada mobil rusak remnya atau menabrak, bisa membahayakan nyawa. Ini bukan soal melarang, tapi soal keselamatan kita bersama,” jelasnya.

Menurutnya, kemacetan di kawasan Pasar Pabaeng-baeng dipicu oleh parkir dan aktivitas jual beli yang tidak tertib. Banyak kendaraan parkir sembarangan, sementara pedagang berjualan hingga ke badan jalan, sehingga mempersempit akses lalu lintas.

Untuk itu, Appi memastikan PD Pasar Makassar akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan komunikasi dan penataan secara bertahap agar seluruh pedagang dapat masuk dan berjualan di dalam pasar.

“PD Pasar akan membicarakan ini dengan Bapak-Ibu sekalian. Pasar ini akan kita benahi pelan-pelan supaya yang jualan di luar bisa masuk ke dalam,” katanya.

Selain penataan pasar, Wali Kota juga menegaskan akan menyelesaikan persoalan lapak-lapak ilegal di sepanjang jalan inspeksi kanal. Ia mengungkap adanya praktik penyewaan lapak oleh pihak yang tidak memiliki hak atas lahan tersebut.

“Itu tanah negara, dan pidana kalau dimanfaatkan tanpa izin. Ada yang bangun tenda di jalan inspeksi lalu disewakan, padahal itu bukan miliknya,” ungkap Appi.

Ia menegaskan, langkah yang diambil pemerintah bukan penggusuran, melainkan penertiban sesuai peruntukan lahan dan aturan yang berlaku.

Menutup dialog, Munafri Arifuddin mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk bekerja sama mendukung penataan kota demi kenyamanan, keselamatan, dan ketertiban bersama.

“Silakan cari nafkah di Kota Makassar, tapi bukan di tempat-tempat yang dilarang. Yang di pasar masuk ke pasar, yang parkir cari tempat parkir. Tolong bantu saya membenahi Kota Makassar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *