SudutMakassar.id, MAKASSAR –
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri Haul ke-3 tahun almarhum H. Bachtiar bin H. M. Bakri yang digelar di Jalan Barukang Utara, Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (9/1/2026) malam.
Kehadiran Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh haru. Dalam sambutannya, Appi mengenang almarhum H. Bachtiar Bakri sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidup, karier, hingga perjalanan politiknya, khususnya saat mengikuti berbagai kontestasi pemilihan kepala daerah di Kota Makassar.
“Izinkan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya, karena malam ini saya kembali bisa hadir di tempat ini,” ujar Munafri mengawali sambutannya.
Ia menuturkan, kedatangannya ke kediaman keluarga besar almarhum bukanlah yang pertama. Setiap kunjungan selalu meninggalkan kesan mendalam karena sambutan hangat yang tidak pernah berubah.
“Ini adalah kedatangan saya yang kesekian kalinya ke sini. Setiap kali pula saya bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat dan keluarga besar almarhum yang penyambutannya selalu hangat,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Munafri menegaskan, masyarakat dan keluarga besar almarhum H. Bachtiar Bakri merupakan bagian penting dari perjalanan politiknya hingga terpilih sebagai Wali Kota Makassar pada Pilkada 2024.
Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan kedekatannya dengan almarhum yang telah terjalin sejak lama, bahkan jauh sebelum dirinya menikah.
“Saya ingin bukan hanya menyampaikan sambutan, tetapi mengenang sosok almarhum yang begitu berkesan dalam hidup saya. Dari sebelum saya menikah, saya sudah mengenal beliau dengan sangat baik. Kami punya banyak cerita sebagai teman, rekan bisnis, sekaligus sahabat,” tuturnya.
Menurut Munafri, almarhum H. Bachtiar Bakri merupakan sosok pertama dan satu-satunya yang membawanya mengenal secara langsung wilayah utara Kota Makassar ketika pertama kali maju dalam kontestasi pemilihan Wali Kota.
“Ketika pertama kali saya masuk dalam kontestasi Pilwali, yang membawa saya mengenal wilayah utara Kota Makassar adalah Bapak H. Bachtiar. Keluar masuk lorong, bertemu tokoh-tokoh masyarakat, semua beliau yang perkenalkan,” ujarnya.
Pendampingan tersebut, kata Munafri, terus berlangsung di setiap kontestasi yang diikutinya hingga akhirnya cita-cita bersama terwujud.
“Atas perjuangan bersama, apa yang menjadi cita-cita kita akhirnya terwujud pada tahun 2024 lalu, meskipun almarhum Haji Bachtiar, insyaallah, menyaksikannya dari alam yang berbeda,” ucapnya dengan suara bergetar.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga mengenang almarhum sebagai sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab, ulet, dan pekerja keras. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara almarhum membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
“Beliau adalah kepala keluarga yang sangat ulet mencari nafkah. Dengan kemampuan yang dimiliki, beliau mampu membangun entitas bisnis yang luar biasa,” katanya.
Di dunia usaha, almarhum H. Bachtiar Bakri dikenal sebagai pribadi yang sederhana, solutif, dan penuh keikhlasan. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, almarhum kerap menunjukkan keluwesan dalam berbisnis, termasuk dalam hal penyelesaian pembayaran.
“Inilah sosok H. Bachtiar yang insyaallah kepribadiannya menurun kepada putra-putri beliau,” tambah Munafri.
Hal yang paling membekas bagi Munafri adalah ketulusan almarhum yang tidak pernah memperjuangkan kepentingan pribadi, melainkan selalu memikirkan kepentingan masyarakat.
“Beliau tidak pernah bicara untuk dirinya sendiri. Yang selalu beliau pikirkan adalah kepentingan masyarakat. Salah satu cita-cita terakhir yang saya ingat adalah bagaimana masjid bisa dibangun dengan segala upaya,” ujarnya.
Munafri juga mengenang kebiasaan almarhum yang hampir setiap tahun menunaikan ibadah umrah sebagai wujud kesederhanaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Sampai hari ini saya masih merasakan kehadiran beliau. Setiap kali saya berkunjung ke wilayah utara Kota Makassar, selalu ada satu tempat yang saya rasa harus saya datangi, yaitu bertemu keluarga beliau. Karena beliaulah salah satu pembuka jalan dalam hidup saya,” tutup Munafri.












