Pelayanan Ala Hotel, Disdukcapil Makassar Hadirkan Wajah Baru Layanan Publik yang Nyaman dan Inklusif

Kopi Gratis, Area Bermain Anak hingga Loket Disabilitas, Standar Pelayanan Dukcapil Makassar Terus Bertransformasi

SudutMakassar.id, MAKASSAR – Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan pembenahan menyeluruh. Transformasi ini menghadirkan standar pelayanan prima yang berorientasi pada kenyamanan, kecepatan, serta inklusivitas bagi seluruh warga.

Tak lagi sebatas mengurus administrasi kependudukan, Disdukcapil Makassar kini menghadirkan pengalaman layanan yang humanis dan ramah masyarakat, layaknya pelayanan hotel modern. Area pelayanan disulap menjadi ruang yang nyaman, tertib, dan bersahabat bagi semua kalangan.

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan fasilitas pelayanan, penguatan sistem administrasi, pengembangan layanan berbasis elektronik, hingga penyediaan fasilitas pendukung kenyamanan seperti minuman kopi, teh, air mineral, camilan, serta menu khusus setiap hari Jumat bagi warga yang menunggu antrean.

Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Muhammad Hatim, menegaskan bahwa transformasi pelayanan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang bermartabat dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Tekad kami di Disdukcapil adalah terus mendorong transformasi pelayanan publik yang mengutamakan kenyamanan dan kepuasan masyarakat,” ujar Muhammad Hatim, Selasa (6/1/2026).

Menurut Hatim, wajah baru pelayanan kependudukan di Makassar dirancang lebih dekat dengan masyarakat, ramah, dan tanpa diskriminasi. Fasilitas ramah disabilitas disediakan melalui akses khusus, loket layanan disabilitas, serta ruang menyusui yang nyaman bagi ibu dan anak. Ruang tunggu juga dilengkapi area bermain anak guna menciptakan suasana yang lebih bersahabat bagi keluarga.

“Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar, lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermartabat,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak boleh lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah yang melayani masyarakat dengan empati, profesionalisme, dan rasa hormat.

“Dengan semangat pelayanan Dukcapil ala hotel, kami ingin masyarakat yang datang bukan hanya mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan, keramahan, dan pelayanan yang manusiawi,” tegas Hatim.

Gagasan pelayanan ala hotel, lanjut Hatim, lahir dari pengalamannya pribadi saat mengakses berbagai layanan publik maupun swasta. Ia menilai, pelayanan pemerintah tidak boleh tertinggal jauh dari sektor swasta, meski dengan keterbatasan fasilitas dan investasi.

“Saya sering mengakses layanan publik dan melihat langsung masih banyak yang perlu dibenahi. Dari situlah saya belajar, mulai dari penataan ruang, dekorasi, ruang tunggu, area bermain anak, hingga alur pelayanan,” ungkapnya.

Hatim juga menyoroti minimnya iklim kompetisi dalam pelayanan pemerintah. Berbeda dengan sektor swasta yang dituntut memberikan pelayanan terbaik agar tidak ditinggalkan pelanggan, pelayanan publik kerap berada di zona nyaman.

“Justru karena masyarakat pasti datang ke Dukcapil, kita harus menyiapkan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Seluruh area pelayanan Disdukcapil Makassar saat ini merupakan ruang baru hasil renovasi dan penataan ulang secara menyeluruh. Kantor sempat ditutup lebih dari satu bulan demi memastikan pembenahan berjalan optimal sebelum kembali dibuka dan difungsikan.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sebagian besar pelayanan administrasi kependudukan kini telah diarahkan dan dapat diselesaikan di tingkat kecamatan. Kantor Disdukcapil kota fokus menangani layanan tertentu yang tidak dapat diselesaikan di kecamatan.

“Pelayanan sudah kami arahkan ke kecamatan. Yang datang ke kantor kota hanya layanan yang memang tidak bisa diselesaikan di kecamatan,” jelas Hatim.

Tak hanya berfokus pada layanan di kantor, Disdukcapil Makassar juga aktif menghadirkan layanan jemput bola melalui mobil layanan keliling yang hadir di berbagai ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).

“Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD adalah ruang publik, tempat warga berkumpul, sehingga kami hadir di sana,” pungkas Hatim.

Capaian Layanan Disdukcapil Makassar 2025
Sepanjang tahun 2025, Disdukcapil Kota Makassar mencatat kinerja pelayanan administrasi kependudukan yang tinggi dan konsisten. Ribuan warga dilayani setiap hari, mencerminkan peran strategis Disdukcapil sebagai garda terdepan pelayanan dasar.

Data menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat 2.648 pendaftaran penduduk baru (NIK baru). Layanan perekaman KTP elektronik mencapai 22.247 pemohon, dengan 136.047 keping KTP-el berhasil dicetak.

Untuk layanan keluarga, 131.973 Kartu Keluarga (KK) berbasis TTE dan 50.564 Kartu Identitas Anak (KIA) berhasil diterbitkan. Sementara mobilitas penduduk menunjukkan 30.767 penduduk keluar dan 25.781 penduduk masuk ke Kota Makassar.

Di bidang pencatatan sipil, Disdukcapil menerbitkan 29.181 akta kelahiran usia 0–17 tahun, 8.086 akta kelahiran usia 18 tahun ke atas, 10.538 akta kematian berbasis TTE, 885 akta perkawinan, serta 134 akta perceraian.

Pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga terus meningkat dengan 33.333 aktivasi hingga akhir 2025. Capaian ini menegaskan komitmen Disdukcapil Makassar dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, akurat, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *