SudutMakassar.id, MAKKAH – Jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Padang Arafah pada Rabu (4/6), menandai dimulainya puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Di Lansir dari Antara, sebanyak 221 ribu jamaah dijadwalkan tiba di Arafah secara bertahap hingga malam hari waktu Arab Saudi. Keberangkatan berlangsung secara bergelombang menggunakan armada bus yang telah disiapkan dari hotel-hotel di kawasan Raudhah, Misfalah, hingga Aziziyah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) turut mengatur kelancaran perjalanan sejak pagi hingga malam untuk menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama. Pelaksanaannya dimulai dari waktu Zuhur hingga matahari terbenam pada 9 Zulhijah. Selama di Arafah, jamaah akan menempati tenda-tenda berpendingin yang telah disiapkan oleh syarikah.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan waktu wukuf dengan maksimal.
“Waktu wukuf adalah saat paling mustajab untuk berdoa. Gunakan untuk memohon ampunan, keselamatan diri, keluarga, bangsa, dan umat manusia,” pesannya.
Sementara itu, jamaah safari wukuf yang terdiri dari lansia, sakit, dan berkebutuhan khusus, diberangkatkan menggunakan armada khusus dari hotel transit. Proses pemindahan mereka dilakukan di bawah pengawasan petugas kesehatan dan pendamping.
Dengan dimulainya pergerakan menuju Arafah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji resmi dimulai. Usai wukuf, jamaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan kerikil, sebelum melanjutkan ke Mina untuk prosesi lontar jumrah.












