SudutMakassar.id, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi pelopor dalam membangun keluarga yang cerdas, aman, dan bijak dalam memanfaatkan internet di era digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet bertema Upgrade Dirimu, Upgrade Keluargamu: Ibu Muda Berdaya di Tengah Banjir Informasi , yang merupakan bagian dari program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus inti TP PKK Kota Makassar, mulai dari Sekretaris TP PKK, Bendahara TP PKK, para Ketua Pokja, pengurus TP PKK Kota Makassar, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Makassar, hingga kader PKK dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang telah mengubah pola komunikasi, belajar, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, generasi saat ini tumbuh berdampingan dengan berbagai perangkat digital yang memberikan kemudahan akses informasi dalam hitungan detik.
“Anak-anak kita sekarang tumbuh bersama smartphone, tablet, dan berbagai platform digital. Apalagi sejak pandemi COVID-19, penggunaan gadget menjadi bagian dari kebutuhan belajar sehari-hari,” ujarnya.
Internet Beri Manfaat, Namun Perlu Pengawasan Orang Tua
Melinda menegaskan bahwa kemudahan akses internet harus diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan orang tua agar anak-anak dapat menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak tidak boleh diberikan kebebasan tanpa batas dalam menggunakan media sosial maupun mengakses berbagai platform digital.
Menurutnya, edukasi mengenai privasi digital menjadi salah satu hal penting yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak.
“Anak-anak tidak boleh sembarangan membagikan foto, lokasi, sekolah, maupun informasi pribadi lainnya di media sosial. Di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini, penyalahgunaan data dan identitas digital dapat terjadi dengan sangat mudah,” jelas Melinda.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk menjadi teladan dalam penggunaan media sosial. Kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan atau over sharing dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Internet ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan banyak manfaat dan kemudahan, namun di sisi lain menyimpan berbagai risiko yang harus diwaspadai, terutama bagi anak-anak,” katanya.
Perlindungan Anak di Dunia Digital Jadi Prioritas
Melinda menekankan pentingnya pendampingan orang tua ketika anak mengakses internet, termasuk saat membuka konten yang tampak aman dan ditujukan khusus untuk anak-anak.
Menurutnya, pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan materi yang dikonsumsi sesuai dengan usia, kebutuhan, dan tahap perkembangan anak.
“Karena itu, saya berharap para orang tua selalu mendampingi anak saat menggunakan internet. Pengawasan menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai konten yang tidak sesuai,” ujarnya.
Melalui kegiatan Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet, Melinda berharap para kader PKK dapat meningkatkan pemahaman mengenai literasi digital dan perlindungan anak, kemudian menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan,” tuturnya.
Pakar Teknologi Ingatkan Ancaman Keamanan Digital
Pada kesempatan yang sama, narasumber Abdillah SAS, dosen Teknologi Informasi, memaparkan berbagai ancaman keamanan digital yang semakin sering terjadi di tengah tingginya aktivitas masyarakat di dunia maya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengunggah aktivitas secara real time, terutama yang berkaitan dengan lokasi keberadaan, perjalanan, maupun informasi pribadi yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk tujuan yang merugikan.
“Jejak digital yang kita tinggalkan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain. Karena itu, penting untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di internet,” jelas Abdillah.
Sementara itu, pemateri lainnya, Mugniar Marakarma yang dikenal sebagai penulis, mom blogger, dan content creator, membahas bahaya over sharing di media sosial.
Menurut Mugniar, setiap unggahan yang dibagikan di internet berpotensi menjadi jejak digital yang dapat bertahan dalam waktu lama dan sulit dihapus sepenuhnya.
“Setiap pengguna media sosial harus lebih bijak dalam membagikan informasi pribadi. Apa yang kita unggah hari ini bisa tetap tersimpan dan berpotensi disalahgunakan di masa mendatang,” ujarnya.
Komitmen TP PKK Makassar Tingkatkan Literasi Digital
Melalui Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet, TP PKK Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan anak di era teknologi.
Program ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader PKK yang tidak hanya memahami perkembangan digital, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan produktif.
Dengan meningkatnya literasi digital keluarga, TP PKK Makassar optimistis dapat mendukung terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk masa depan yang lebih baik.












