SudutMakassar. id, MAKASSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIEM Bongaya resmi memulai masa bakti kepengurusan periode 2026–2027 melalui prosesi pelantikan yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan agenda upgrading pengurus bertema “Berakar Nilai, Berlayar Menuju Perubahan.”
Tema tersebut menegaskan posisi BEM STIEM Bongaya sebagai gerakan mahasiswa yang berlandaskan nilai, sejarah, dan prinsip perjuangan, namun tetap adaptif serta responsif terhadap dinamika dan tantangan zaman. Semangat ini diwujudkan melalui penamaan Kabinet Bonganisi, gabungan dari kata Bongaya dan Pinisi, yang merepresentasikan keteguhan nilai lokal serta keberanian dalam mengarungi perubahan.
Pada periode ini, sebanyak 20 pengurus resmi dilantik untuk mengisi lima kementerian strategis, yakni Kementerian Informasi dan Intelijen; Kementerian Advokasi, Agitasi, dan Propaganda; Kementerian Pendidikan dan Kemahasiswaan; Kementerian Digitalisasi Sosial dan Hubungan Masyarakat; serta Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan.
Prosesi pelantikan turut dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional dan puisi teatrikal yang sarat makna. Kehadiran jajaran pimpinan kampus dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata birokrasi terhadap eksistensi dan peran strategis lembaga kemahasiswaan. Dukungan ini menegaskan komitmen pimpinan kampus untuk terlibat aktif dalam pengembangan kegiatan mahasiswa, tidak sekadar sebatas koordinasi administratif.
Wakil Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya, Arsan Fabian, menegaskan bahwa BEM ke depan akan berfokus pada penguatan kolaborasi lintas lembaga melalui visi “Stimula Jaya.”
“Mengenai persiapan pengurus ke depan, BEM berkomitmen untuk berkolaborasi dan menyatukan seluruh aspirasi mahasiswa. Kami akan menginisiasi kegiatan yang mengolaborasikan seluruh lembaga melalui program Festival BEM,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya, Muh. Zain Aditya, menyampaikan harapan besar terhadap soliditas dan konsistensi pengurus selama satu periode kepemimpinan.
“Saya berharap setelah pelantikan ini, seluruh pengurus tetap solid dalam satu tujuan yang sama. Kita harus tetap teguh dan konsisten pada tujuan awal yang berangkat dari keresahan mahasiswa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kabinet Bonganisi menargetkan BEM sebagai pusat aspirasi dan kolaborasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Kami akan bekerja sama untuk menjadikan BEM periode ini sebagai rumah besar aspirasi mahasiswa sekaligus pusat kolaborasi bagi seluruh lembaga kemahasiswaan yang ada di kampus ini,” tutup Muh. Zain.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai perjuangan, BEM STIEM Bongaya periode 2026–2027 diharapkan mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan berdampak nyata bagi civitas akademika.












