Dukung Film Lokal, Melinda Aksa Nobar Film Uang Passolo

Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Karya Sineas Lokal Angkat Budaya Bugis-Makassar

SudutMakassar.id, MAKASSAR
Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri film lokal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Uang Passolo di XXI Mall Ratu Indah, Selasa (20/01/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap karya sineas lokal produksi Timur Picture yang berkolaborasi dengan 786 Production, dalam menghadirkan film yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal Bugis-Makassar.

Film Uang Passolo diketahui telah tayang di bioskop sejak 8 Januari 2026. Film ini disutradarai oleh Andi Burhamzah, yang mengangkat dinamika kehidupan sosial masyarakat Bugis-Makassar dengan balutan komedi dan drama yang ringan namun bermakna.

Kegiatan nobar tersebut turut dihadiri langsung oleh sutradara serta para pemain film Uang Passolo, sehingga menambah suasana hangat dan istimewa. Sepanjang pemutaran film, Melinda Aksa bersama para pengurus TP PKK, Pokja Bunda PAUD, dan Dekranasda Kota Makassar tampak menikmati alur cerita. Gelak tawa pun mewarnai suasana bioskop, menandakan film tersebut berhasil menghibur penonton.

Dalam keterangannya, Melinda Aksa menyampaikan apresiasi atas hadirnya film Uang Passolo yang dinilai mampu mengangkat budaya lokal dengan pendekatan yang ringan dan menghibur.

“Film ini sangat menarik karena mengangkat budaya lokal kita, khususnya Bugis-Makassar, dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dikemas secara menghibur,” ujar Melinda.

Ia menambahkan, selain menghibur, film ini juga menyampaikan pesan moral yang kuat serta dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Akting para pemainnya sangat natural. Selain menghibur, film ini juga memberikan pesan moral yang baik dan memperkenalkan kearifan lokal kita,” tambahnya.

Melinda Aksa pun mengajak masyarakat untuk turut menonton dan mendukung film lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa yang mengangkat nilai budaya daerah.

Sementara itu, salah seorang penonton, Yuni, yang juga merupakan pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, mengaku sangat terhibur dengan cerita yang disajikan dalam film tersebut.

“Ceritanya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Banyak makna yang bisa diambil, terutama terkait tradisi uang passolo dalam budaya Bugis-Makassar,” ungkap Yuni.

Untuk diketahui, film Uang Passolo mengisahkan dinamika sepasang kekasih yang hendak melangsungkan pernikahan, namun harus menghadapi berbagai persoalan keluarga dan sosial yang berkaitan dengan tradisi uang passolo sebagai bagian dari kearifan lokal budaya Bugis-Makassar. Hingga kini, film Uang Passolo masih tayang di sejumlah bioskop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *