SudutMakassar.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mulai memfinalkan penyusunan dan penetapan Program Strategis Daerah (PSD) Tahun Anggaran 2026. Sedikitnya 16 program prioritas digodok sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, A. Zulkifly Nanda, mengatakan sejumlah proyek berskala besar masuk dalam daftar usulan awal. Di antaranya pembangunan stadion, penataan Kawasan Karebosi, pembangunan Stadion Untia, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga pembangunan sekolah percontohan.
“Program-program yang saat ini dibahas masih berupa usulan dan akan diseleksi secara ketat berdasarkan kesiapan pelaksanaan serta dampaknya bagi masyarakat,” ujar A. Zulkifly, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, pembahasan dilakukan bersama TAPD dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya untuk memastikan program yang diusulkan benar-benar matang, realistis, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Selanjutnya seluruh program akan dipresentasikan kepada Bapak Wali Kota Makassar untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Daerah. Setelah itu, Bappeda akan menetapkannya secara resmi,” jelasnya.
A. Zulkifly menegaskan, penetapan PSD mempertimbangkan sejumlah indikator utama, seperti kemampuan anggaran daerah, besarnya dampak sosial-ekonomi, serta kesesuaian dengan dokumen RPJMD Kota Makassar.
Salah satu proyek utama yang diusulkan adalah pembangunan stadion. Pada 2025, Pemkot Makassar telah menyelesaikan feasibility study (FS) sebagai dasar akademik pembangunan.
“Kajian tersebut sudah rampung dan menjadi pijakan awal pelaksanaan proyek stadion,” ungkap mantan Kepala Bappeda Makassar itu.
Pembangunan stadion direncanakan menggunakan skema multiyears 2026–2027. Tahapan awal dimulai dengan tender manajemen konstruksi (MK) untuk penyusunan konsep teknis dan basic design. Proses pematangan lahan di wilayah Ujung Pandang ditargetkan berlangsung sepanjang 2026, sementara konstruksi fisik dimulai pada 2027 dan ditargetkan berfungsi pada 2028.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) ditunjuk sebagai leading sector dengan dukungan lintas OPD, termasuk bidang pertanahan, tata ruang, perizinan, lingkungan hidup, serta penyusunan dokumen AMDAL.
Di sektor pendidikan, Pemkot Makassar juga mengusulkan pembangunan sekolah percontohan. Sekolah ini dirancang menjadi model peningkatan mutu pendidikan dan rujukan bagi sekolah unggulan lainnya.
“Sekolah percontohan ini diharapkan menjadi pusat inovasi pendidikan di Kota Makassar,” kata A. Zulkifly.
Sementara itu, penyelesaian Mal Pelayanan Publik (MPP) Makassar Government Center (MGC) juga masuk agenda strategis. Proyek ini mencakup penyelesaian seluruh lantai dan interior agar Atl OPD dapat terintegrasi dalam satu pusat layanan terpadu.
Tak kalah penting, program Seragam Gratis tetap dilanjutkan pada awal 2026 dengan perbaikan mekanisme pengadaan agar lebih efektif dan tepat waktu. Evaluasi program melibatkan Dinas Pendidikan, Bagian PBJ, serta tim teknis terkait.
Pada sektor penataan kota, revitalisasi Kawasan Karebosi kembali diusulkan sebagai proyek multiyears. Meski sempat mengalami perubahan desain, tahapan tender dan pendampingan pengadaan telah masuk perencanaan.
Di bidang kesehatan, Pembangunan Puskesmas Pampang Baru siap dilaksanakan pada 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan rampung pada 2025. Sementara beberapa puskesmas lain masih dalam tahap kajian kelayakan.
Selain pembangunan fisik, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menaruh perhatian serius pada pengamanan aset daerah. Pada 2026, percepatan sertifikasi aset tanah dan bangunan menjadi prioritas utama.
Saat ini, Pemkot Makassar memiliki sekitar 6.000 aset, dengan sekitar 4.000 aset belum bersertifikat. Sebanyak 38 bangunan kantor pelayanan publik ditargetkan masuk proses sertifikasi mulai Januari 2026.
“Langkah ini merupakan tindak lanjut rekomendasi BPK agar aset daerah terlindungi secara hukum,” tegas A. Zulkifly.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa seluruh program prioritas akan diseleksi ketat agar benar-benar dapat direalisasikan.
“Fokus kami adalah memastikan setiap program strategis siap dilaksanakan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)












