SudutMakassar.id, MAKASSAR – Janji Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menghadirkan stadion olahraga representatif bagi masyarakat kini memasuki fase realisasi. Setelah melalui proses perencanaan, kajian teknis, serta pemenuhan seluruh persyaratan pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai tahapan implementasi pembangunan Stadion Untia.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, program unggulan “MULIA” yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur olahraga secara bertahap diwujudkan. Stadion bertaraf internasional yang selama ini menjadi harapan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, kini tidak lagi sebatas wacana, melainkan telah masuk agenda prioritas pembangunan tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zulhaesi Zubir, menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan Stadion Untia dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui dibukanya proses tender pembangunan stadion yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya.
“Iyee, sudah dibuka proses tender seleksi MK (manajemen konstruksi),” ujar Zulhaesi, Minggu (4/1/2026).
Pembukaan tender tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur olahraga modern yang diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan atlet, lokasi penyelenggaraan event berskala besar, sekaligus simbol kemajuan olahraga dan sepak bola Kota Makassar.
Berdasarkan penelusuran pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar, Pemkot Makassar telah merilis paket tender pembangunan Stadion Untia melalui sistem pengadaan nasional dengan kode tender 10107750000, menggunakan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga (MK Pembangunan Stadion Untia).
Tender ini diumumkan pada 31 Desember 2025 dan dibiayai melalui APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Melalui Dinas PU, Pemkot Makassar menetapkan nilai pagu anggaran sebesar Rp7 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp6,9 miliar.
Paket tersebut dikategorikan sebagai jasa konsultansi badan usaha konstruksi, dengan metode seleksi prakualifikasi dua file. Penilaian difokuskan pada kualitas teknis dengan bobot 80 persen, serta efisiensi biaya sebesar 20 persen, guna memastikan penyedia jasa yang terpilih memiliki kompetensi dan pengalaman profesional.
Sejumlah persyaratan kualifikasi juga ditetapkan, antara lain kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 71102, sertifikat standar terverifikasi, Sertifikat Badan Usaha (SBU) jasa manajemen proyek konstruksi, serta kepatuhan sebagai wajib pajak aktif.
Zulhaesi menegaskan, Pemkot Makassar tidak menggunakan mekanisme e-reverse auction dalam proses tender ini, sebagai bentuk komitmen menjaga mutu hasil pekerjaan.
“Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan proses pembangunan Stadion Untia berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pembangunan Stadion Untia telah ditetapkan sebagai proyek strategis daerah tahun 2026 dan akan memasuki tahap awal konstruksi fisik sesuai perencanaan.
“Pembangunan Stadion Untia masuk dalam program prioritas Pemkot Makassar 2026 dan dipastikan mulai tahap awal konstruksi fisik,” jelas Zulhaesi.
Menurutnya, seluruh tahapan awal pembangunan telah melalui kajian matang. Pada tahun 2025, Feasibility Study (FS) Stadion Untia telah dirampungkan sebagai dasar kelayakan proyek.
“Feasibility Study ini bersifat komprehensif, mencakup kelayakan teknis, ekonomi, finansial, sosial, lingkungan, hingga regulasi. Ini menjadi pijakan kuat sebelum masuk tahap konstruksi,” ungkapnya.
Selain itu, sejak November hingga Desember 2025, Dinas PU telah menyusun dokumen persiapan pengadaan untuk seleksi manajemen konstruksi, sehingga waktu pelaksanaan pembangunan dapat dioptimalkan sejak awal 2026.
Zulhaesi berharap, pembangunan Stadion Untia dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Stadion Untia dirancang tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga pusat pembinaan atlet dan ruang publik multifungsi bagi masyarakat,” tutupnya.












