SudutMakassar.id, MAKASSAR — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2029, di Hotel Novotel Makassar, Jumat (24/10/2025).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga Kota Daeng untuk menatap masa depan dengan semangat baru serta komitmen kuat mempertahankan tradisi juara dan menjadikan Makassar sebagai barometer olahraga di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas dukungan dan perhatian luar biasa terhadap perkembangan olahraga di kota ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan KONI menjadi kunci utama melahirkan prestasi-prestasi baru.
“Terima kasih kepada Wali Kota Makassar atas dukungan yang luar biasa, begitu juga kepada KONI Sulsel atas pendampingannya. Kami akan bekerja terencana, terukur, dan transparan untuk mempertahankan tradisi juara,” ujar Ismail.
Ismail menegaskan kepengurusan KONI Makassar periode ini berkomitmen mempertahankan gelar juara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel di Bone dan Wajo mendatang. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola organisasi.
“KONI Makassar harus menjadi contoh organisasi olahraga yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismail menuturkan bahwa olahraga bukan sekadar soal medali, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan semangat juang.
“Dari olahraga lahir manusia tangguh dan berdisiplin tinggi. Makassar adalah gudang atlet berprestasi yang harus terus dibina agar bisa bersaing hingga level internasional,” ujarnya.
Dukungan KONI Sulsel dan Wali Kota Munafri
Ketua KONI Sulsel, Yasir Mahmud, menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Ismail. Ia menilai Ismail memiliki kemampuan membawa kembali kejayaan olahraga Makassar seperti masa kejayaan terdahulu.
“Saya percaya Ismail bisa menjadikan KONI Makassar lebih baik. Dulu banyak atlet juara nasional lahir dari kota ini. Kami di KONI Sulsel akan terus memberikan dukungan penuh,” kata Yasir.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peran KONI dalam membentuk atlet berkarakter dan menjaga semangat olahraga di tengah masyarakat.
“Hanya dua bendera yang bisa berkibar di luar negeri — ketika kepala daerah datang secara resmi dan ketika atlet kita juara. Karena itu, tugas KONI sangat berat tapi mulia,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar akan terus mendukung pengembangan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai, termasuk rencana pembangunan kolam renang standar Olimpiade untuk pembinaan atlet renang.
“Kami akan maksimalkan penganggaran agar kegiatan olahraga bisa direspons positif masyarakat. Tapi kalau mau memimpin cabor, pastikan juga menghadirkan sarana olahraganya,” tegasnya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kekompakan antar pengurus.
“Tolong jangan diulang peristiwa pahit kepengurusan lalu. Jaga soliditas, dan saya apresiasi karena kini BPKP turut mengawal tata kelola KONI agar lebih akuntabel,” pungkasnya.












